Tenaga Kesehatan Kabupaten Ini Terima Insentif Covid-19 Rp3,9 Miliar

Pemerintah kabupaten Banyuwangi salurkan dana insentif Covid-19 Rp 3,9 miliar bagi tenaga kesehatan
Ilustrasi - Tenaga kesehatan terima dana insentif penanganan Covid-19.

Tenaga Kesehatan Kabupaten Ini Terima Insentif Covid-19 Rp3,9 Miliar

DotBerita | Banyuwangi –  Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyalurkan dana insentif bagi tenaga kesehatan setempat sebesar Rp 3,9 miliar. Insentif yang bersumber dari APBD tersebut khusus diberikan bagi tenaga kesehatan yang menangani pandemi COVID-19.

Pemberian insentif tersebut disebutkan sebagai bentuk perhatian pemerintah setempat atas peran tenaga kesehatan menghadapi penyebaran virus Corona.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sejak pandemi COVID-19 merebak, tenaga kesehatan menjadi garda terdepan yang menghadapi penyebaran virus ini. Sejumlah upaya dilakukan pemkab untuk memberikan dukungan kepada para tenaga kesehatan.

“Atas kerja keras yang dilakukan tenaga kesehatan, Pemkab Banyuwangi berinisiatif untuk memberikan insentif bagi mereka yang telah berjuang di garda terdepan. Insentif ini juga sebagai apresiasi atas pengorbanan yang dilakukan nakes penanganan COVID-19,” kata Bupati Anas dikutip detikcom, Sabtu (1/8/2020).

Bupati Abdullah Azwar Anas menyebutkan, total dana yang dianggarkan untuk penyaluran insentif sebesar Rp 3,9 miliar yang diperuntukkan bagi 1938 tenaga kesehatan se kabupaten Banyuwangi. Dana tersebut bersumber dari APBD Banyuwangi.

“Anggaran insentif ini masuk Belanja Tidak Terduga (BTT) penanganan kuratif dan preventif COVID-19 hasil realokasi APBD,” terangnya.

“Mungkin nilai insentif ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan pengorbanan yang telah dilakukan oleh para nakes. Namun semoga bisa menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas,” harap Bupati Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr Rio Wijilestariono mengatakan, dana insentif ini menyasar tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas, laboratorium kesehatan daerah (labkesda), dan tenaga di tim ambulans 118.

“Mereka ini adalah para nakes yang selama ini bisa dibilang tim reaksi cepat dalam menangani COVID-19. Mulai melakukan skrinning di perbatasan, tracing kerabat pasien yang dinyatakan positif hingga memantau ODP dan PDP yang isolasi mandiri,” kata dr Rio sapaan akrabnya.

Pencairan dana insentif tersebut dilakukan pada bulan Juli 2020.

“Sekarang proses verifikasi, sudah sekitar 65 persen selesai. Semoga dalam dua pekan ke depan sudah cair semuanya,” katanya. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca