Tenaga Medis Positif Covid-19 yang Dirawat di RSUZA Banda Aceh Ditransfer ke Lokasi Baru

GTPP COVID-19 Aceh: Korban Meninggal Akibat Corona Capai 155 Orang
ILUSTRASI - GTPP COVID-19 Aceh: Korban Meninggal Akibat Corona Capai 155 Orang. | Foto: Edi Wahyono/detikcom

Tenaga Medis Positif Covid-19 yang Dirawat di RSUZA Banda Aceh Ditransfer ke Lokasi Baru

DotBerita | Banda Aceh – Pihak manajemen Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh mentransfer sejumlah tenaga medis yang dinyatakan positif terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Sebelumnya tenaga medis tersebut dirawat di RSUZA, namun kini dipindahkan ke lokasi baru yaitu ke Asrama Haji Banda Aceh yang dijadikan tempat mereka menjalani isolasi mandiri.

Kebijakan itu ditempuh seiring dengan jumlah kasus virus itu di Aceh meningkat drastis.

Direktur RSUZA Banda Aceh dr Azharuddin di Banda Aceh, Sabtu (1/8/2020), mengatakan pasien positif Covid-19 yang dipindahkan ke asrama haji tersebut, khusus mereka yang berstatus tenaga medis, tidak untuk masyarakat umum.

“Tempatnya (asrama haji, red.) digunakan untuk tenaga medis, paramedis, dan tenaga kesehatan lainnya dari RSUZA yang begitu banyak positif dan yang tidak bergejala atau gejala ringan, jadi asrama haji sementara digunakan untuk itu,” katanya, dikutip Antara.

Azharuddin mengatakan ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU) dan ruang Isolasi Pinere di RSUZA Banda Aceh akan difokuskan penggunaanya untuk menampung pasien rujukan dari kabupaten/kota di seluruh Aceh.

Dia menyebutkan, apabila masih juga tidak tertampung maka sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Aceh bahwa seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk menambahkan kapasitas jumlah bed isolasi Covid-19 di setiap rumah sakit rujukan.

“Maka yang positif dan tidak bergejala tidak lagi dirujuk ke RSUZA, jadi RSUZA lebih baik merawat yang bergejala dengan gradasi sedang dan berat-berat saja,” katanya.

Dijelaskan, segala keputusan terhadap penanggulangan Covid-19 sebagai dinamis, dengan melihat perkembangan kasus seiring berjalannya waktu, dengan selalu siap semua perencanaan menangani Covid-19 .

Azharuddin menyebut, 29 orang tenaga kesehatan di RSUD Zainoel Abidin yang terpapar Covid-19 serta 36 warga lainnya yang positif dan sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.

Menurut Azharuddin, saat ini asrama haji tidak bisa digunakan bagi masyarakat, karena warga biasa yang positif harus lebih intensif perawatannya dibandingkan dengan tenaga medis yang relatif lebih paham dalam merawat diri sendiri.

“Asrama haji saat ini tidak mungkin untuk merawat pasien dari masyarakat yang positif COVID-19, karena belum tersedia pendukung Iain, seperti alat-alat medis dan logistik standar lainnya,” Kata Direktur RSUZA Banda Aceh, Azharuddin. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca