Terbukti Terima Suap, Wahyu Setiawan Diganjar 6 Tahun, KPK Juga Usut Dugaan Gratifikasi dari Pejabat Papua Barat

Wahyu Setiawan divonis 6 tahun penjara karena terbukti menerima suap Rp600 juta dari kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan dan Rp500 juta dari Sekretaris KPUD Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo.
Terbukti Terima Suap, Wahyu Setiawan Diganjar 6 Tahun, KPK Juga Usut Dugaan Gratifikasi dari Pejabat Papua Barat
Wahyu Setiawan divonis 6 tahun penjara karena terbukti menerima suap Rp600 juta dari kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan dan Rp500 juta dari Sekretaris KPUD Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo. | Foto NET

DotBerita | Jakarta – Mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan divonis 6 tahun penjara karena terbukti menerima suap Rp600 juta dari kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan dan Rp500 juta dari Sekretaris KPUD Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo.

Jaksa KPK mengatakan, pihaknya akan mengembangkan gratifikasi Rp500 juta yang diduga diterima Wahyu dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Vonis yang dibacakan ketua majelis hakim Susanti Arsi Wibawani di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (24/8/2020) ditambah denda Rp150 juta subsider 4 bulan kurungan.

Vonis Wahyu tersebut lebih rendah dibanding tuntutan yang diajukan jaksa KPK yaitu 8 tahun penjara ditambah denda Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Mengadili, menyatakan terdakwa 1 Wahyu Setiawan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dakwaan primair dan korupsi sebagaimana dakwaan kumulatif kedua.”

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 6 tahun dan pidana denda sebesar Rp150 juta yang bila tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama 4 bulan kurungan,” kata Susanti Arsi Wibawani.

Sedangkan vonis untuk kader PDI Perjuangan Agustiani Tio Fridelina yang ikut menerima suap Rp600 juta dari Harun Masiku bersama-sama dengan Wahyu adalah 4 tahun penjara.

Sementara itu, tim Jaksa KPK mengaku akan mengembangkan uang Rp500 juta yang diduga sebagai penerimaan gratifikasi terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Uang tersebut menurut Jaksa KPK diduga merupakan gratifikasi dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

“Kami mesti analisa kembali pengetahuan bahwa ada pihak-pihak lain yang juga punya andil dalam pemberian uang kepada Wahyu Setiawan melalui salah satu anggota KPU Tamrin Payopo yang memang sebagaimana fakta sidang tersebut disampaikan uang itu sumbernya dari Gubernur Papua Barat,” kata Jaksa KPK Takdir Suhan kepada wartawan seusai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/8/2020).

Jaksa KPK menunggu salinan putusan dari PN Tipikor Jakarta. Takdir menyebut hal itu diperlukan untuk menentukan proses lebih lanjut yang akan dibahas terkait pengembangan dugaan suap terhadap Wahyu.

Majelis hakim tidak hanya menyatakan Wahyu terbukti menerima suap sebesar Rp600 juta dari Saeful Bahri untuk memuluskan pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku.

Wahyu juga disebut terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp500 juta dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Uang yang diterima Wahyu tersebut diduga diserahkan melalui perantara Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Muhammad Thamrin Payapo. (*)