Ternyata Din Syamsuddin Masih Anggota MWA ITB, Diakui Ketua Senat Akademik

Sementara sebelumnya, Ketua MWA ITB Yani Panigoro mengatakan Din Syamsuddin sudah mengundurkan diri sebagai anggota MWA.
Ternyata Din Syamsuddin Masih Anggota MWA ITB, Diakui Ketua Senat Akademik
Din Syamsuddin, Anggota MWA ITB. | Foto: detikcom

DotBerita | Bandung – Perdebatan tentang status keanggotaan Din Syamsudin di Majelis Wali Amanat (MWA) Institut Teknologi Bandung (ITB) ditanggapi Senat Akademik. Menurut Ketua Senat Akademik ITB, Hermawan Kresno Dipojono, Din masih memiliki mandat sebagai anggota MWA.

Hermawan mengatakan hingga saat ini Din Syamsudin masih mendapatkan ruang sebagai anggota di MWA ITB.

“Sampai saat ini (Din Syamsudin) masih ada mandat dari Senat,” kata Hermawan dikutip detikcom, Selasa (1/9/2020).

Sementara sebelumnya, Ketua MWA ITB Yani Panigoro mengatakan Din Syamsuddin sudah mengundurkan diri sebagai anggota MWA.

“Dari MWA sudah mengundurkan diri dan sudah left,” ujar Yani lewat pesan singkat kepada detikcom, Kamis (27/8/2020).

BACA JUGA:

Menanggapi polemik status keanggotaan Din Syamsuddin di MWA, Hermawan Kresno Dipojono menegaskan pemilihan anggota MWA dilakukan oleh Senat Akademik ITB.

Ia juga menyebut, hingga saat ini, belum ada perubahan apapun terhadap keputusan tersebut dengan pertimbangan anggota ITB berasal dari unsur masyarakat.

“Senat yang memilih anggota MWA dari unsur masyarakat dan pilihan itu belum berubah atau diubah sampai saat ini,” ujarnya.

Diusulkan Anggota Senat

Sementara itu Juru Bicara GAR alumni ITB Shinta Madesari mengatakan, berdasarkan sepengetahuan para alumni, Din Syamsudin memang diusulkan oleh beberapa anggota senat.

Namun jika melihat dari Statuta ITB pasal 20 ayat 3 menyebutkan MWA merupakan pengambil keputusan tertinggi.

BACA JUGA:

“Tetapi, kalau lihat statuta, pengambil keputusan tertinggi kan MWA bukan Senat,” kata Shinta.

Dia mengatakan, meskipun senat telah memberikan mandat namun Ketua MWA ITB sudah membenarkan pengunduran diri Din Syamsudin. Hal tersebut menjadi dasar pengusulan penggantian anggota yang dilakukan oleh Senat Akademik.

“Sekalipun Senat memberi mandat, tetapi kalau Pak Din sendiri sudah mengundurkan diri dan diaminkan oleh Ketua MWA, ya harusnya senat mengusulkan pengganti,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak dua ribu alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Gerakan Anti Radikalisme (GAR) mendesak Prof.Dr. M. Din Syamsuddin dicoret sebagai Anggota MWA ITB.

Surat terbuka itu diteken 2.065 alumni ITB lintas angkatan dan jurusan pada Selasa (25/8/2020), yang ditujukan untuk Ketua MWA ITB.

Permintaan GAR ini merupakan bentuk penegasan lebih lanjut dari permintaan serupa yang telah disampaikan sebelumnya, melalui Surat GAR tertanggal 25 Juni 2020 serta melalui Siaran Pers GAR pada 16 Juli 2020 lalu. (*)

Baca Artikel Selanjutnya: