Ternyata Ganja Punya Sederet Manfaat Bagi Tubuh, Apa Saja? Simak Hasil Penelitan Berikut

Ganja yang sebelumnya dianggap tanaman berbahaya bagi kesehatan masyarakat, kini terbuka peluang untuk dikembangkan secara resmi menjadi tanaman obat.
Ternyata Ganja Punya Sederet Manfaat Bagi Tubuh, Simak Hasil Penelitan Berikut
ILUSTRASI - Ganja tanaman obat. | iSTock Photo

DotBerita | Banda Aceh – Akhirnya ganja ditetapkan menjadi sebagai salah satu tanaman obat. Hal itu tertuang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian.

Ganja yang sebelumnya dianggap tanaman berbahaya bagi kesehatan masyarakat, kini terbuka peluang untuk dikembangkan secara resmi menjadi tanaman obat.

Ada pun dalam banyak penelitian menyebut, ganja memiliki berbagai manfaat bagi tubuh.

Selain dapat menjadi obat, ganja juga disebut punya kandungan yang dapat menjadi imun yang tidak dijumpai pada tanaman lain.

Sah Ganja Jadi Tanaman Obat

Lalu apa saja sebenarnya manfaat tanaman ganja bagi kesehatan sehingga Kementerian Pertanian melakukan terobosan dengan memasukkan ganja ke dalam tanaman obat binaan?

Berikut ulasannya, dikutip DotBerita.COM dari berbagai sumber:

Meningkatkan kapasitas paru

Berdasarkan jurnal yang diterbitkan sebuah asosiasi kesehatan di Amerika, “Journal of the American Medical Association, pada Januari 2012, menyebutkan sebuah hasil studi yang mengungkap bahwa ganja tidak merusak fungsi paru-paru.

Sebaliknya, studi tersebut menemukan hal tak terduga, yakni ganja bisa meningkatkan kapasitas paru-paru. Kapasitas paru adalah kemampuan paru untuk menampung udara ketika bernapas.

Para peneliti mengambil sampel dari 5.115 orang dewasa muda sepanjang kurang lebih 20 tahun. Perokok tembakau kehilangan fungsi paru-parunya sepanjang waktu tersebut, tapi pengguna ganja malah memperlihatkan peningkatan kapasitas paru-parunya.

Dapat melindungi otak

Meski belum diuji klinis, peneliti dari University of Nottingham membuktikan bahwa ganja mampu melindungi otak dari kerusakan yang disebabkan serangan stroke.

Temuan tersebut mampu memperkuat teori lain bahwa mariyuana juga mampu meminimalisir kerusakan akibat trauma atau geger otak. Pada studi ini  menyebut ganja membatasi area di dalam otak yang terkena dampak stroke.

Meringankan efek samping hepatitis C

Studi yang diterbitkan di European Journal of Gastroenterology and Hepatology, mengungkap lebih dari 86% pasien mampu menuntaskan terapi hepatitis C dengan mengkonsumsi ganja.

Cannabis diyakini mampu meredam efek samping terapi hepatitis C.

Mencegah serangan epilepsi

Pada tahun 2013, jurnal ilmiah, Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics mempublikasikan hasil penelitian Virginia Commonwealth University.

Pada penelitian itu  dimenemukan senyawa cannabinoids dalam tanaman ganja untuk mengatasi epilepsi.

Senyawa tersebut bekerja dengan mengikat sel otak yang bertanggungjawab mengatur rangsangan dan rasa tenang pada manusia.

Membunuh kanker

Senyawa cannabinoids mampu membunuh sel kanker dan memblokir sejumlah pembuluh darah yang dibutuhkan tumor untuk tumbuh.

Studi ini dipublikasikan di situs pemerintah Amerika cancer.org. Cannabinoids dipercaya  efektif mengobati penyakit kanker usus, kanker payudara dan kanker hati.

Mengatasi alzheimer

The Journal of Alzheimer’s Disease pernah mempublikasikan sebuah studi tentang ganja, pada dosis kecil senyawa tetrahydrocannabinol dalam tanaman ganja.

Dapat memperlambat pembentukan plak amiloid yang membunuh sel otak dan bertanggungjawab atas penyakit alzheimer.

Bantu redam efek kemoterapi

Badan Pengawas Obat AS Food and Drug Administration sejak beberapa tahun telah mengizinkan terapi obat-obatan berbasis cannabinoid untuk pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Apalagi berbagai studi mengungkap ganja sangat efektif meredakan dampak samping kemoterapi, yakni rasa mual, muntah dan hilang nafsu makan.

Ringankan rasa sakit

Cannabis pada ganja ditemukan oleh peneliti University of California  efektif meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh kerusakan saraf. Itulah manfaat ganja bagi kesehatan.

Sembuhkan penyakit autoimun

Pada tahun 2014 lalu, peneliti dari University of South Carolina menemukan senyawa THC di dalam ganja mampu mengubah molekul dalam DNA yang bertanggungjawab mempercepat proses peradangan.

Karena itu ganja diyakini dapat meredakan penyakit autoimun.

Penyakit ini adalah penyakit radang. Autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh manusia membunuh sel-sel sehat ketimbang memerangi penyakit.

Meringankan penyakit glaukoma

National Eye Institute di Amerika Serikat telah menyarankan penggunaan ganja untuk mengurangi gejala glaukoma dengan cara menghisapnya sehingga dapat meringankan tekanan pada saraf mata.

Glaukoma sendiri merupakan penyakit yang memicu pembesaran bola mata, kemudian menekan saraf mata dan menyebabkan gangguan penglihatan.

Hambat sklerosis ganda

Sebuah studi yang dipublikasikan di Canadian Medical Association Journal tahun lalu menyebut cannabis dapat meringankan gejala kejang pada pasien sklerosis ganda.

Sklerosis ganda adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang merusak lapisan lemak pelindung saraf manusia. Akibatnya saraf mengeras dan menyebabkan kejang-kejang yang memicu rasa sakit luar biasa.

Nah, sudah tahu kan apa saja manfaat ganja? Semoga bermanfaat ya.. (*)


Bacaan selanjutnya: