Ternyata Gerombolan Sapi Jadi Faktor Laka Lantas di Aceh Jaya

Gerombolan sapi menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di Aceh Jaya
Gerombolan sapi di jalan lintas Pantai Barat Aceh. | Foto TRIBUN MEDAN

Ternyata Gerombolan Sapi Jadi Faktor Laka Lantas di Aceh Jaya

DotBerita | Calang – Keberadaan ternak sapi yang berkeliaran di sepanjang jalan lintas di kabupaten Aceh Jaya disebutkan jadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan lalulintas (Laka Lantas) di kabupaten setempat.

Karenanya, pengguna jalan diingatkan agar lebih berhati-hati ketika melintasi jalan lintas pantai barat Aceh itu.

Melansir Antara, Polres Aceh Jaya mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi jalan lintas pantai barat Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Jaya, agar mewaspadai ternak sapi yang berkeliaran di jalan raya karena menjadi penyebab utama kasus kecelakaan di daerah ini.

“Kami imbau masyarakat yang melakukan perjalanan baik pada siang atau malam hari, agar berhati-hati dengan keberadaan ternak sapi di jalan raya,” kata Kapolres Aceh Jaya AKBP Harlan Amir diwakili Kasat Lantas AKP Magdinal Frans, dikutip Antara Jumat (31/7/2020).

Dari data kepolisian, kecelakaan yang dialami pengguna jalan raya di kabupaten tersebut sebagian besar disebabkan oleh kawanan ternak sapi yang berkerumun di jalan raya.

Hewan ternak melintas secara tiba-tiba sehingga menyebabkan kecelakaan.

Satuan Lalulintas Polres Aceh Jaya hingga kini terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar peristiwa tersebut tidak lagi terulang. Termasuk dengan memasang papan imbauan atau spanduk di sejumlah lokasi.

Upaya Satuan Lalulintas Polres Aceh Jaya itu dimaksudkan agar pengguna jalan yang melintas di sepanjang ruas jalan provinsi di kawasan Kabupaten Aceh Jaya, agar selalu waspada dan tidak memacu kendaraan melebihi batas kilometer yang tertulis di rambu-rambu badan jalan.

“Kami terus berupaya menurunkan angka kecelakaan di Aceh Jaya, karena keselamatan pengguna jalan lebih utama,” kata AKP Magdinal Frans.

Kasat Lantas menjelaskan, hingga Juli tahun 2020 ini angka kecelakaan di kabupaten tersebut mencapai sekitar 40-an kasus kecelakaan.

Sebagian besar di antaranya, sebut AKP Magdinal Frans, terjadi akibat kecelakaan tunggal serta beberapa d iantaranya disebabkan oleh ternak. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca