Ternyata Pejabat Pertamina yang Sudah Dicopot Masih Terima Gaji, Angkanya Capai Rp100 Juta per Bulan

Meski sudah dicopot, ternyata mantan pejabat itu masih menerima gaji dengan jumlah yang sama seperti saat masih menjabat.
Bobrok Pertamina
ILUSTRASI - Ternyata Pejabat Pertamina yang Sudah Dicopot Tetap Dapat Gaji, Angkanya Capai Rp100 Juta per Bulan.

Ternyata Pejabat Pertamina yang Sudah Dicopot Masih Terima Gaji Capai Rp100 Juta per Bulan

DotBerita | Jakarta – Bobrok Pertamina mulai terendus setelah terungkapnya nominal gaji yang diberikan anak perusahaan pelat merah itu kepada mantan pejabatnya. Meski sudah dicopot, ternyata mantan pejabat itu masih menerima gaji dengan jumlah yang sama seperti saat masih menjabat.

Angkanya pun terbilang fantastis, yakni mencapai Rp100 juta per bulannya.

BACA JUGA: Desak Kebijakan Stiker BBM Bersubsidi Dicabut, Tiyong Minta Pemerintah Aceh Sadar Diri

Informasi ini seperti diungkap Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Melansir detikcom, Ahok mengungkap temuan permasalahan pada sistem gaji di Pertamina. Ahok bilang, gaji pejabat tetap diberikan meski pejabat itu dicopot.

Ahok menyebut, gaji direktur utama anak perusahaan bisa mencapai Rp 100 juta. Setelah dicopot, pejabat itu tetap mendapat gaji yang sama.

Alasannya, terang Ahok, karena pejabat itu orang lama.

BACA JUGA: Malunya Ahok Jadi Bulan-bulanan Gegara Pertamina Rugi Rp11 Triliun, Netizen Ungkit Soal Ini

“Orang dicopot dari jabatan direktur utama anak perusahaan, misal gaji Rp 100 juta lebih masa dicopot gaji masih sama? Alasannya dia sudah orang lama, harusnya gaji mengikuti jabatan anda,” kata Ahok dalam video YouTube POIN seperti dikutip detikcom, Selasa (15/9/2020).

Ahok mengatakan, gaji pokok pejabat itu dibuat dengan nominal yang tinggi. Menurutnya, itu sesuatu yang gila. Ahok pun menegaskan tengah memperbaiki sistem gaji ini.

“Tapi mereka bikin gaji pokok gede-gede semua, bayangin orang kerja sekian tahun bisa gaji pokok Rp 75 juta dicopot nggak kerja dibayar segitu, gila aja ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Saat Ahok dalam Bayang-bayang Kebencian Komunitas Pecinta Sang Mantan

“Itu yang kita lagi ubah sistem itu,” tambahnya.

Adapun sampai berita ini diturunkan, detikcom sudah mencoba mengonfirmasi video tersebut kepada Ahok, Kementerian BUMN, dan Pertamina tapi belum berhasil mendapatkan jawaban. (*)