Ternyata Pelempar Molotov ke Markas PDIP yang Ditangkap Anggota FPI, Pengacara Tidak Dibolehkan Bertemu

Sejak ditangkap, baik pengacara maupun keluarga 5 dari tujuh orang yang ditangkap tersebut tidak diizinkan bertemu.
Ternyata Pelempar Molotov ke Markas PDIP yang Ditangkap Anggota FPI, Pengacara Tidak Dibolehkan Bertemu
Foto: Markas PDIP di Cileungsi Bogor dilempar bom molotov. | M Solihin/detikcom

DotBerita | Bogor – Terduga pelaku pelemparan bom molotov ke markas PDIP Bogor yang ditangkap polisi ternyata anggota Front Pembela Islam (FPI). Sejak ditangkap, baik pengacara maupun keluarga 5 dari tujuh orang yang ditangkap tersebut tidak diizinkan bertemu.

“Baik keluarga maupun kami pihak kuasa hukum tidak diperkenankan untuk ketemu. Ditahan di pos penjagaan depan (Polres Bogor),” kata Hujjatul Baehaqi, anggota tim kuasa hukum para terduga pelempar bom molotov seperti dikutip detikcom, Senin (24/8/2020).

Bahkan, lanjut dia, pihaknya tidak diperkenankan untuk menghadap tim penyidiknya. Hujjatul Baehaqi menegaskan, ia bersama tim merupakan kuasa hukum lima orang asal Cileungsi yang ditangkap dan ditahan Polres Bogor karena diduga pelaku pelemparan bom molotov di kantor PAC Cileungsi.

“Iya kami kuasa hukum untuk lima orang asal Cileungsi yang ditangkap oleh Polres Bogor. Tadi malam kami sudah mendapat kuasa dari keluarga untuk membela kepentingan hukum keluarganya yang ditahan,” ujarnya.

Baihaqi juga mengaku sempat bernegosiasi selama 30 menit dengan petugas jaga di Mapolres Bogor agar bisa diizinkan masuk untuk bertemu klien mereka.

“Sekira 30 menit kita coba bernegosiasi dengan yang berjaga di pos penjagaan, supaya kami bisa masuk untuk bertemu dengan yang ditahan atau setidaknya dengan tim penyidiknya,” kata Baehaqi.

“Belum, sampai saat ini kita belum bertemu dengan lima orang itu,” kata Baehaqi.

Sementara, Kasubaghumas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena mengatakan kasus tersebut akan dijelaskan pihak Polda Jabar.

“Untuk statement tentang bom molotov akan disampaikan Polda Jabar,” terang Ita via pesan singkat saat dikonfirmasi. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca