Tes Swab Makan Waktu karena Harus Kirim ke Banda Aceh, Aceh Barat Rencanakan Beli PCR Sendiri

Selama ini, pemeriksaan sampel usap warga Aceh Barat memakan waktu lama karena harus dikirim ke Banda Aceh untuk diperiksa.
Polymerase Chain Reaction (PCR)
ILUSTRASI - Polymerase Chain Reaction (PCR) | Foto: Shutterstock

DotBerita | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat berencana membeli alat Polymerase Chain Reaction (PCR) sendiri. Pembelian alat yang berfungsi untuk pemeriksaan sampel usapan lender dari hidung atau tenggorokan itu, bertujuan mempercepat layanan pendeteksian Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19.

Selama ini, pemeriksaan sampel usap warga Aceh Barat memakan waktu lama karena harus dikirim ke Banda Aceh untuk diperiksa.

Karenanya, pengadaan alat yang dapat memeriksa terhadap ratusan sampel usap warga dalam satu harinya itu diperlukan guna mempercepat layanan sehingga laju penyebaran COVID-19 dapat terdeteksi lebih dini.

Pemkab Aceh Barat beli PCR mandiri
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Syarifah Junaidah. | Foto: ANTARA/Teuku Dedi Iskandar

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Syarifah Junaidah kepada wartawan di Meulaboh, Minggu (30/8/2020) menjelaskan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan segala administrasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana tersebut.

“Sedang kita siapkan administrasi dan mekanisme pembelian alat tes swab ini,” kata Syarifah Junaidah seperti dikutip dari Antara.

Syarifah menambahkan, pembelian alat PCR ini merupakan salah satu upaya untuk menghentikan laju penyebaran pandemi COVID-19.

BACA JUGA:

Dengan memiliki alat tes swab mandiri, maka kata Syarifah akan lebih memudahkan layanan bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan swab.

Karena selama ini, untuk mengetahui hasil sampel usap yang dilakukan paramedis setempat, harus lebih dulu dikirimkan ke Banda Aceh, Ibu Kota Provinsi Aceh.

Menurutnya, hal itu sangat tidak efektif dan memakan waktu hingga berhari-hari lamanya.

Sehingga, jika ada warga yang memiliki gejala COVID-19, tidak lekas diketahui apakah seseorang terinfeksi virus tersebut atau pun tidak.

Syarifah menekankan, dengan adanya alat tes usap secara mandiri, akan mempercepat pendeteksian terhadap setiap warga yang mengalami gejala COVID-19.

BACA JUGA:

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat ini menyebut, nantinya alat itu akan ditempatkan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Meulaboh yang berlokasi di Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun DotBerita.COM, harga alat Polymerase Chain Reaction (PCR) atau alat yang dapat difungsikan untuk pemeriksaan sampel usapan lendir dari hidung atau tenggorokan itu, di pasaran bernilai sekitar 8 hingga 9 miliar rupiah.

Alat itu disebut mampu diefektifkan untuk melakukan tes sampel usap terhadap ratusan orang hanya dalam satu hari. (*) 


Baca Artikel Selanjutnya: