Tidak Gila, Proses Hukum Pembacok yang Tewaskan Pengurus Masjid di Sumsel Lanjut

Polres OKI melanjutkan proses hukum pelaku pembacokan Ketua Pengurus Masjid Nurul Iman di OKI, Sumatera Selatan, hingga tewas.
Tidak Gila, Proses Hukum Pembacok yang Tewaskan Pengurus Masjid di Sumsel Lanjut
ILUSTRASI - Tidak Gila, Proses Hukum Pembacok yang Tewaskan Pengurus Masjid di Sumsel Lanjut

Tidak Gila, Proses Hukum Pembacok yang Tewaskan Pengurus Masjid di Sumsel Lanjut

DotBerita | Palembang – Polres OKI melanjutkan proses hukum pelaku pembacokan Ketua Pengurus Masjid Nurul Iman di OKI, Sumatera Selatan, hingga tewas.

Arif, Ketua Pengurus Masjid, dibacok Mayedin saat salat Magrib pada Jumat (11/9/2020).

BACA JUGA: Begini Status Hukum Pelaku Penusukan Syeikh Ali Jaber

Pelaku yang kini berstatus tersangka itu disebut tidak pernah memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

Dilansir dari detikcom, tersangka kasus pembacokan Ketua Pengurus Masjid Nurul Iman di OKI, Sumsel, Meyudin, dinyatakan waras.

Polisi melanjutkan proses hukum terhadap Meyudin.

“Sudah kita periksa, dari riwayatnya tidak ada masalah kejiwaan. Sehat dan semua yang dilakukan dia sadari,” kata Kapolres OKI AKBP Alamsyah Palupessy saat dimintai konfirmasi, Kamis (17/9/2020).

BACA JUGA: Heboh Lambang ‘Garuda Bola Dunia’ Kreasi Paguyuban di Garut yang Menghadap ke Depan

Selain tes kejiwaan, polisi telah menelusuri riwayat kejiwaan Meyudin ke keluarga dan tetangga. Alamsyah mengatakan keluarga dan tetangga menyebut Meyudin tak pernah mengalami masalah kejiwaan.

“Riwayat ke belakang kita telusuri, tidak pernah ada masalah. Maka dari itu dia kami jerat pasal berlapis, ada rencana,” ujar Alamsyah.

Alamsyah mengatakan belum ada penjelasan apakah pernah ada kejadian uang dari kotak amal hilang saat kunci dipegang Meyudin.

Menurutnya, belum ada penjelasan soal alasan korban, Arif, meminta kunci kotak amal hingga diduga membuat Meyudin tersinggung.

BACA JUGA: Satu Keluarga Meninggal Dunia Dalam Kecelakaan Kijang Versus Truk Pengangkut Ikan

“Belum tahu apakah ada uang yang hilang atau tidak. Tidak ada penjelasan baik dari korban atau pelaku, memang korban juga tidak menjelaskan alasan meminta kunci untuk diserahkan ke bendahara,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DKM Masjid Nurul Iman, Arif, dibacok saat salat Magrib, Jumat (11/9/2020). Meyudin membacok Arif sebanyak dua kali menggunakan parang bergagang plastik.

BACA JUGA: Mabuk dan Tak Miliki SIM, Ini Sosok Pejabat yang Tabrak Polwan Hingga Tewas 

Akibat luka bacok, korban dibawa ke RSUD Kayu Agung kemudian dirujuk ke RSUP Moh Husein, Palembang, untuk mendapatkan perawatan. Korban akhirnya meninggal di RSUP setelah tiga hari dirawat. (*)