Tindaklanjuti Program untuk Mantan Kombatan, Ini yang Dilakukan Bupati Aceh Jaya

Pertemuan dilakukan guna merealisasikan program pemberian lahan bagi eks Kombatan GAM di daerahnya.
Tindaklanjuti Program soal Mantan Kombatan, Ini yang Dilakukan Bupati Aceh Jaya
Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB saat foto bersama dengan Anggota Komisi 4 DPR RI, TA Khalid. | Foto HO/ANTARA

DotBerita | Banda Aceh – Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB melakukan pertemuan dengan anggota DPR RI Fraksi Gerindra dari komisi 4, TA Khalid di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Pertemuan dilakukan guna merealisasikan program pemberian lahan bagi eks Kombatan GAM di daerahnya.

“Dalam kesempatan pertemuan dengan TA Khalid, kami melaporkan kawasan lahan untuk eks Kombatan, yang akan kita kembangkan dalam bentuk klaster, baik kopi, jengkol, durian dan klaster peternakan,” kata Bupati Aceh Jaya T Irfan TB dikutip Antara, Kamis (27/8/2020).

Baca Juga:

Dia mengatakan, saat pertemuan dengan TA Khalid, pihaknya berharap sebelum diserahterimakan kepada penerima manfaat, lahan yang akan dibagikan tersebut terlebih dulu dapat diselesaikan dengan baik.

Artinya, penyerahan lahan dilakukan setelah semuanya selesai kerjakan. 

T Irfan TB menuturkan, program pihaknya tersebut juga akan dilaporkan kepada Menteri Kalautan perikanan pada Kamis hari ini.

“Perihal ini juga akan kami laporkan juga kepada Menteri Pertanian dan Kehutanan,” kata Bupati.

Dia menjelaskan, terobosan yang sedang dipersiapkan pihaknya bertujuan meningkatkan sumber penghasilan bagi mantan kombatan GAM di Aceh Jaya.

Program tersebut, lanjut dia, dilaksanakan melalui pengembangan sektor perkebunan dan pertanian.

Pada tahun 2020 ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya telah menyelesaikan tahapan penyediaan lahan berupa satu hamparan yang terhimpun.

Lokasi lahan

Lahan tersebut, kata Bupati, berada di Kecamatan Krueng Sabee dan Kecamatan Setia Bakti.

Sementara untuk tahun 2021 mendatang, pihaknya mencanangkan tahapan penanaman bibit, seperti sawit, jengkol dan durian. Selain itu, juga akan dilakukan pemeliharaan ternak dengan sistem klaster.

Selain mantan kombatan, program bantuan telah mendapat dukungan dari DPRK Aceh Jaya ini juga akan menyasar korban konflik, napol dan tapol. (*)


Baca selanjutnya: