Tok! 2 Tahun Bui Penyiram Air Keras ke Penyidik KPK

Penyiram air keras ke Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan. | Foto: Ari Saputra/detikcom

Tok! 2 Tahun Bui Penyiram Air Keras ke Penyidik KPK

DotBerita | Jakarta – Hakim memvonis terdakwa penyiram air keras ke penyidik senior KPK Novel Baswedan, Rahmat Kadir, divonis 2 tahun penjara.

Oknum Brimob itu diputus hakim bersalah melakukan penganiayaan berat terhadap Novel dengan menyiramkan air keras.

“Mengadili, menyatakan bahwa terdakwa Rahmat Kadir Maulente terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penganiayaan dan terencana lebih dahulu dengan mengakibatkan luka berat,” ujar hakim ketua Djuyamto saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Petojo Utara, Jakarta Utara, Kamis (16/7/2020).

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa dengan hukuman pidana selama 2 tahun,” imbuhnya.

Rahmat Kadis diyakini bersalah melanggar Pasal 353 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara sebelumnya, jaksa menuntut penyiram air keras itu dengan hukuman 1 tahun penjara.

Menurut Jaksa, Rahmat terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap Novel dengan menyiramkan air keras.

Kasus penyiraman air keras terhadap Novel ini terjadi pada Selasa, 11 April 2017, pukul 03.00 WIB, Ronny dan Rahmat bergegas menuju kediaman Novel Baswedan di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ronny mengendarai motor, sedangkan Rahmat duduk di belakangnya.

Mereka berhenti di sekitar Masjid Al-Ikhsan di dalam kompleks itu sembari mengamati setiap orang yang keluar dari masjid itu. Saat melihat Novel Baswedan, Rahmat menuangkan cairan campuran asam sulfat ke dalam gelas mug, dan menyiramkan cairan itu ke wajah Novel.

Karena peristiwa itu, Novel Baswedan mengalami luka berat. Luka itu disebut jaksa telah menghalangi Novel Baswedan dalam menjalankan pekerjaannya sebagai penyidik di KPK. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca