Tragis Kisah Dwi Ana, Tangan-Kaki Terikat, Ditenggelamkan Pacar Sendiri Hidup-hidup

Mereka mengaku melempar korban ke sungai dalam kondisi hidup-hidup setelah mengikat tangan dan kakinya.
Tragis Nasib Dwi Ana, Tangan-Kaki Terikat, Ditenggelamkan Pacar Sendiri Hidup-hidup
ILUSTRASI - Tewas Tenggelam

DotBerita | Lampung – Peristiwa sadis dialami seorang gadis asal Lampung ini. Adalah Dwi Ana, gadis 16 tahun ditemukan tewas tenggelam dengan tangan dan kaki terikat di Sungai Ledeng di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Pelaku ternyata pacar sendiri.

Dari hasil pemeriksaan jasad Ana yang dilakukan petugas, didapati kenyataan bahwa korban ternyata dalam kondisi mengandung janin 6 bulan kehamilan.

“Hasil pemeriksaan, hamil 5-6 bulan,” kata Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo kepada wartawan, Sabtu (29/8/2020).

Peristiwa tragis yang menimpa Dwi Ana terungkap setelah warga yang sedang memancing di Desa Rejo Agung, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, menemukan jasad korban. Demikian melansir laporan detikcom.

Jasad Dwi Ana kemudian dievakuasi dari Sungai Ledeng. Setelahnya baru ketahuan jika korban tenggelam dengan tangan dan kaki dalam kondisi terikat.

Pada hari itu, Jumat (21/8/2020), sekitar pukul 17.00 WIB, warga lalu melaporkan penemuan mayat ke Polsek Tegineneng.

Polisi memeriksa saksi-saksi hingga diketahui pembunuhnya adalah pacar korban bersama seorang rekan lainnya.

“Pelaku dua orang. Nama pacarnya Wahid (18), satu pelaku lagi Candra (18),” ujarnya.

Keterangan penyelidikan, terungkap pula jika korban dilempar hidup-hidup oleh kedua pelaku.

Bahkan saat korban akan menyelamatkan diri ke pinggir sungai, kedua pelaku lalu mendorong korban hingga ke tengah sungai.

Dilempar ke Sungai

Sementara, pihak keluarga mengatakan sudah tidak dapat menghubungi korban sejak Kamis (20/8/2020) malam. Korban meninggalkan rumah sekitar pukul WIB dengan membawa ponselnya.

Kedua pelaku ditangkap di dua tempat berbeda pada Minggu (23//20208).

Mereka mengaku melempar korban ke sungai dalam kondisi hidup-hidup setelah mengikat tangan dan kakinya.

Keduanya bakal dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dan terancam sanksi pidana hukuman mati.

“Kedua pelaku disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Terancam hukuman mati,” ujar Kasubbag Humas Polres Pesawaran AKP AS Siregar saat dihubungi terpisah. (*)


Artikel selanjutnya:

redaksi dbcom
Penulis yang membaca