Viral Pendaki Gunung Dugem Massal Dihujat Netizen, Ini Videonya

Ilustrasi pendaki gunung dugem massal di Lombok Timur
Ilustrasi - pendaki gunung. | Foto detikcom

Viral Pendaki Gunung Dugem Massal Dihujat Netizen, Ini Videonya

DotBerita | Lombok Timur – Video dugem sekumpulan pendaki gunung menggemparkan jagat media sosial. Video yang viral di Instagram yang diduga berlokasi di Lombok Timur itu pun mengundang hujatan netizen.

Akun Instagram @mountnesia membagikan video pendek yang viral di kalangan para pendaki gunung. Demikian dilaporkan detikcom.

Video viral tersebut menampilkan sekumpulan pendaki gunung sedang ‘dugem’ mendengarkan musik jedag-jedug saat kemping beramai-ramai.

Dilihat DotBerita, Selasa (4/8/2020) malam, lokasi aktivitas ‘dugem massal’ tersebut diduga berada di puncak sebuah bukit di Lombok Timur, tepatnya di Savana Propok Lombok.

Namun, belum diketahui kapan aktifitas tersebut terjadi.

View this post on Instagram

BEREDAR video di beberapa platform sosmed, sejumlah muda-mudi pendaki melakukan ‘dugem massal’ di salah satu Bukit yang dijadikan lokasi camping, diduga di wilayah Lombok Timur. Belum diketahui kejadian tepat dan kapan, namun pantauan akun pengelola Savana Propok Lombok, bahwa para pengelola bukit geram dengan aksi-aksi seperti ini. Update terakhir info salah satu pengunjung melalui DM, kejadian tgl 1 Agustus malam. Kebetulan ada pengunjung yg juga memvideokan dari jauh. Siapapun pelakunya berapapun jumlahnya, tindakan seperti sangat tidak terpuji. Alam harusnya dijaga, keindahannya dipelihara, tidak dengan tindakan yang tidak-tidak. Namun, tidak serta merta juga kita mengedepankan bully. Para pelaku harus diberi peringatan dan edukasi dengan cara-cara yg persuasif, tegas. Karena pelakunya tidak hanya satu, butuh upaya extra dari semua pihak. Ctt : maaf suaranya dimatiin karena sesuatu,

A post shared by PENDAKI GUNUNG INDONESIA (@mountnesia) on

Berdasarkan laporan detikcom dari laporan salah satu followers @mountnesia lewat pesan pribadi, kejadian dugem tersebut berlangsung pada Sabtu (1/8/2020) akhir pekan lalu.

Ada juga video yang diambil dari jarak yang agak jauh.

Komentar di unggahan itu, banyak pendaki gunung yang menyesalkan peristiwa tersebut kenapa bisa terjadi. Bahkan ada yang menyebut para pendaki yang dugem ini norak dan kampungan.

“NORAAAKKKK !!!!!! PADA KAMPUNGAN BANGET NJZ,” komentar @ganislv__

“Pada gapunya akhlaq ya bgini. Dugem noh di club!” timpal @ddeebynb.

“pengen dibilang keren tp slh tempat malah keliatan goblok,” imbuh @hafiztf_

Sampai berita ini diturunkan, detikTravel sedang berusaha meminta konfirmasi dari Dinas Pariwisata setempat dan pihak-pihak terkait.

@mountnesia sendiri menyebut bahwa perilaku dugem massal di gunung adalah perilaku yang sangat tidak terpuji. Para pelaku harus diberi peringatan tegas.

“Siapapun pelakunya berapapun jumlahnya, tindakan seperti sangat tidak terpuji. Alam harusnya dijaga, keindahannya dipelihara, tidak dengan tindakan yang tidak-tidak.

Para pelaku harus diberi peringatan dan edukasi dengan cara-cara yang persuasif, tegas. Karena pelakunya tidak hanya satu, butuh upaya extra dari semua pihak,” tulis @mountnesia dalam keterangan unggahannya itu. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca