Viral Video Dapat Amplop Tebal, Kiai Said Aqil Bilang yang Beri Maksa-maksa

Menanggapi video yang mulai beredar pada Minggu (23/8/2020) malam itu, KH Said Aqil tetap santai.
Viral Dapat Amplop Tebal, Said Aqil Bilang yang Beri Maksa-maksa
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj. | Foto NET

DotBerita | Banda Aceh – Kabar viral di medsos bikin ramai. Pasalnya, beredar potongan video tentang Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menerima amplop tebal berwarna cokelat dari salah seorang.

Video viral itu disebarkan oleh akun Twitter @_KingPurwa. Video itu langsung viral dan menuai beragam reaksi.

Menanggapi video yang mulai beredar pada Minggu (23/8/2020) malam itu, KH Said Aqil tetap santai.

KH Aqil Siradj, dalam video singkat berdurasi 18 detik itu, tampak mengenakan baju koko, sarung, dan peci hitam dihampiri seseorang yang diduga sebagai tamu.

Lalu orang dalam video sambil menunduk, mencium tangan KH Said sambil menyerahkan sebuah amplop cokelat yang tampak tebal.

Dalam video juga tampai KH Said menerimanya. Setelahnya dia berjalan, dibuntuti seseorang berseragam polisi dan berpeci. Kemudian, amplop tadi ditaruh di sebuah kursi berwarna cokelat.

Setelah itu dia menelungkupkan kedua tangannya di dada. Sepertinya hendak berpamitan. Kemudian, video terpotong. Akun @_KingPurwa disebutkan sengaja tidak menyebutkan soal amplop cokelat di video itu.

Lantaran menjadi viral dan menjadi sorotan banyak pihak, KH Said Aqil Siradj akhirnya angkat bicara memberi penjelasan soal amplop itu.

KH Said Aqil, dalam keterangannya dilansir dari RMOL, mengaku sudah menolak amplop itu.

Baca Juga:

Tetapi karena si pemberi terus memaksa, akhirnya dia terima amplop tersebut.

“Sebetulnya saya menolak itu, menolak, tapi dia maksa-maksa,” kata Said Aqil, Selasa 25 Agustus 2020.

Untuk pesantren

KH Said Aqil juga menerangkan, disebutkan bahwa si pemberi amplop akhirnya bilang untuk menerimanya untuk pesantren.

Kendati tak menjelaskan identitas sosok yang memberikan amplop tersebut, namun akhirnya Kiai Said menerimanya.

“Saya nolak itu, kemudian dia maksa. Akhirnya untuk pesantren. Saya kan punya pesantren Assaqofah kan. Yang pesantrennya, yang sangat murah. Paling murah di Jakarta,” ucap KH Said Aqil menjelaskan.

Said Aqil juga menuturkan jika selama ini hidup berkecukupan. Karenanya, Said mengaku tak bakal menerima amplop untuk keperluan pribadi. Beda hal jika si pemberi menyebutkan amplop itu untuk keperluan pesantren miliknya.

“Kalau saya sudah mapan, sudah cukup alhamdulillah, enggak usah amplop-amplopan.” katanya. (*)