Wow, Perusahaan Plat Merah di Langsa Ini Klaim Punya Beban Utang Rp2,6 Triliun

DotBeritaCom LANGSA – Informasi mengejutkan diungkapkan manajemen PT Perkebunan Nusantara I Langsa. Perusahaan plat merah itu disebut memiliki utang mencapai Rp2,6 triliun yang terdiri dari gaji karyawan, pajak, hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang.

“Mengatasi kondisi tersebut, pihak Direksi PT Perkebunan Nusantara I dan jajarannya terus bekerja ekstra keras untuk membangun kinerja perusahaan dari keadaan kesulitan keuangan tersebut,” ungkap Kabag Humas PTPN I Syaifullah, SE saat temu pers di ruangan kerjanya, dikutip Waspada.id, Selasa (10/3/2020).

Syaifullah mengklaim kondisi finansial PTPN I yang memperihatinkan tersebut terjadi sejak masa konflik hingga saat ini. Terutama untuk membiayai operasional dan beban-beban yang menjadi kewajiban perusahaan seperti, gaji karyawan, pajak dan hutang jangka pendek.

Sementara pendapatan asli perusahaan yang diperoleh dari pengolahan kelapa sawit menjadi CPO dan inti sawit kemudian dijual sesuai dengan harga pasar, menurut Syaifullah, belum mencukupi untuk membiayai kebutuhan kewajiban perusahaan.

Kabag Humas itu juga menjelaskan kondisi realisasi produksi tandan buah segar (TBS) rata-rata perbulan yang dihasilkan dari kurun waktu tahun 2016-2019 sebanyak 24.542.000 ton dengan total pendapatan rata-rata perbulan sebesar Rp50 miliar hingga Rp60 miliar.

Jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan biaya operasional dan beban hutang jangka panjang dan jangka pendek perbulan dibutuhkan dana sebesar Rp90 miliar. Di antaranya gaji Rp28 miliar, pinjaman bank Rp44 miliar, iuran BPJS Rp2,8 miliar, transport TBS Rp4,2 miliar dan transport CPO Rp2,3 miliar dan pajak Rp4 miliar.

Kondisi tersebut menyebabkan tiap bulannya terjadi selisih pendapatan terhadap beban perusahaan sebesar mencapai Rp30 hingga Rp40 miliar.[]

Sumber: Waspada.id

redaksi dbcom
Penulis yang membaca